Modus Operandi Pelaku Ungkap Rahasia Data Ekspedisi

by -119 Views

Pada konferensi pers di Jakarta, Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya mengungkapkan modus operandi para pelaku dalam kasus akses ilegal data perusahaan ekspedisi. Para pelaku menawarkan sejumlah uang kepada mereka yang memiliki akses ke data pesanan. Tersangka G (DPO) menawarkan Rp2.500 kepada tersangka MFB untuk setiap data pesanan paket COD yang ada di Ninja Xpress di daerah Cirebon, Bandung, dan Majalengka. Tersangka MFB kemudian meminta tersangka T untuk memberikan data pesanan paket COD Ninja Xpress dengan bayaran Rp1.500 untuk setiap data pesanan.

Tersangka T, seorang pekerja harian lepas Ninja Xpress, tidak memiliki akses ke sistem operasional Ninja Xpress, namun menggunakan akun milik karyawan lain tanpa sepengetahuan pemilik akun. Dengan akses ini, T dapat mengakses data pelanggan, seperti nama pemesan, jumlah pemesanan, jenis pesanan, alamat pengiriman, nomor handphone pemesan, dan biaya COD pesanan. Data tersebut kemudian diberikan kepada tersangka MFB dalam format excel.

Para pelaku hanya menjual data paket pesanan kepada tersangka G (DPO), yang diduga membuat dan mengirimkan paket palsu kepada pelanggan. Paket palsu ini biasanya berisi barang-barang seperti kain perca, koran, atau barang lain yang bukan pesanan konsumen. Diperkirakan sekitar 10 ribu data berhasil diambil oleh para pelaku, dengan MFB mendapat bayaran total Rp10 juta dan T mendapat Rp15 juta dari tersangka G. This text is italic.

Referensi: ANTARA News

Source link