Selama 12 bulan terakhir, KTM telah melewati masa sulit yang berat karena masalah keuangan yang serius. Perusahaan ini dahulu dikenal sebagai salah satu produsen sepeda motor terkemuka, namun kini hampir bangkrut akibat keputusan investasi yang terlalu agresif. Berkat bantuan dari Bajaj, KTM berhasil kembali berproduksi dan melunasi hutangnya setelah terjadi PHK massal. Meski CEO KTM, Gottfried Neumeister, optimis dengan masa depan perusahaan, namun realitas yang disampaikan dalam siaran pers KTM tidak sepenuhnya mendukung klaim mereka. Penjualan sepeda motor sebanyak 100.000 unit yang diumumkan oleh KTM masih menimbulkan pertanyaan, apakah ini termasuk sepeda motor lama yang belum terjual atau produk baru yang baru dikirim ke dealer. Dengan kondisi inventaris dealer yang masih berlebih, KTM masih menghadapi beberapa tantangan dalam pemulihan bisnisnya. Artinya, klaim bahwa KTM kembali meroket perlu dipertanyakan dengan lebih kritis, terutama dalam hal stok sepeda motor yang masih menumpuk di dealer. Saat ini, KTM masih harus bekerja keras untuk memperbaiki kondisinya dan memulihkan reputasinya di pasar sepeda motor global.
Penjualan KTM: Jual 100.000 Unit Motor Tahun Ini, Bagaimana Dengan Motor Lawas?





