Koenigsegg: Hypercar Listrik yang Tidak Dibutuhkan

by -178 Views

Christian von Koenigsegg, CEO dari Koenigsegg, bergabung dalam kesimpulan skeptis CEO otomotif lainnya terhadap hypercar listrik. Hal ini sejalan dengan Mate Rimac dari Rimac yang mengalami penurunan permintaan untuk Nevera dan Tony Roma dari Corvette yang menyatakan bahwa supercar listrik dari Chevy belum akan muncul dalam waktu dekat.

Dalam wawancara dengan Top Gear, Koenigsegg menyebutkan bahwa selera pasar untuk mobil sepenuhnya bertenaga listrik masih rendah. Ia menyoroti bahwa kendaraan listrik lebih mirip dengan robot dan tantangan utama bagi produsen mobil adalah meniru sensasi mobil bertenaga pembakaran yang banyak disukai orang.

Meskipun Koenigsegg menyukai responsif dan kehalusan kendaraan listrik, ia juga mengatakan bahwa kehilangan sensasi mesin pembakaran dapat membuat mobil kehilangan kepribadian. Namun, saat ini ia tidak khawatir karena perusahaan kehabisan stok produk dan rencana peluncuran model baru dalam 12 hingga 18 bulan ke depan.

Koenigsegg berencana untuk membuka kembali pemesanan pada saat peluncuran model baru tersebut, tetapi diyakini bahwa model tersebut tidak akan menggunakan tenaga listrik. Pandangan skeptis terhadap mobil listrik juga bukan hanya terjadi pada Koenigsegg, beberapa produsen mobil mewah utama lainnya juga mengalami perubahan dalam rencana elektrifikasi mereka.

Dengan demikian, hypercar listrik tidak akan menjadi ancaman dalam waktu dekat karena masih banyak produsen mobil yang ingin terus memproduksi mesin bensin. Hal ini menunjukkan bahwa pasar mobil listrik masih memiliki tantangan dalam memenuhi kebutuhan dan selera konsumen saat ini.

Source link