Mitsubishi telah menjadi sorotan utama belakangan ini dengan merilis beberapa model rebadged yang menarik perhatian. Tak hanya versi Nissan Leaf dan Eclipse Cross baru yang didasarkan pada Renault Scenic E-Tech, Mitsubishi juga merilis Outlander Sport baru, dan sekarang, SUV tiga baris yang lebih besar dengan nama Destinator. Destinator sejatinya adalah versi produksi dari konsep DST tahun sebelumnya. Meskipun tampilannya tak terlalu buruk untuk SUV murah, Mitsubishi berhasil menarik perhatian dengan menyematkan tombol-tombol fisik di dalam kabin, meski dasbornya agak tak biasa dengan bingkai hitam mengkilap tebal di sekitar kluster instrumen digital.
Sebagai mobil penggerak roda depan, Destinator menggunakan mesin bensin 1,5 liter turbocharged yang mampu menghasilkan 161 tenaga kuda dan torsi 184 pound-feet (250 Nm) melalui transmisi variabel kontinu (CVT). Mitsubishi mempertahankan kesimpelannya dengan suspensi belakang torsion beam dan rem cakram di keempat rodanya. Mesin ini ditenagai oleh roda standar berukuran 18 inci, tanpa elektrifikasi, yang membuat bobotnya tetap masuk akal di kisaran 3.296 pound (1.495 kilogram).
Meski sedikit lebih pendek dan lebih sempit daripada Outlander, Destinator lebih tinggi dengan ground clearance yang layak sebesar 8,4 inci (214 mm), atau 9,5 inci (244 mm) dengan penutup kolong mobil dilepas. Berbagai mode berkendara, seperti Gravel, Wet, dan Mud, juga tersedia. Fitur-fitur seperti panoramic sunroof, sistem suara Yamaha, pencahayaan ambient 64 warna, dan port USB di ketiga baris turut disematkan oleh Mitsubishi untuk menarik minat pengguna. Destinator, yang pertama kali diluncurkan di pasar ASEAN, menjadi model ketiga dari Mitsubishi di Indonesia setelah Xpander dan Xforce, yang dijual sebagai Outlander Sport di sejumlah wilayah.





