Penjualan Alfa Romeo di AS tidak terlihat menggembirakan pada paruh pertama tahun ini, dengan penurunan sebesar 34 persen. Namun, situasi berbeda di Eropa, di mana penjualan merek Italia ini melonjak 33,3 persen dalam enam bulan pertama tahun ini. Penjelasan utama perbedaan besar ini adalah karena Alfa Romeo tidak menjual model Junior di AS, yang merupakan versi lebih kecil dan lebih terjangkau dari Tonale. Crossover subkompak seperti Junior diperkirakan menjadi faktor kunci dalam kesuksesan penjualan merek ini di Eropa.
Meskipun berkembang di Eropa, Alfa Romeo masih tertinggal jauh di belakang pesaing Jerman dalam hal penjualan. Namun, kebangkitan Alfa Romeo menandakan perkembangan positif, terutama jika merek ini terus fokus pada pasar SUV. Diperkirakan bahwa Giulia akan tetap menjadi satu-satunya mobil tradisional dari Alfa Romeo, meskipun dengan transformasi menjadi liftback lima pintu yang lebih modern.
Dengan adanya rencana untuk meluncurkan model-model baru yang diharapkan dapat menarik minat konsumen, seperti 33 Stradale dan supercar yang terinspirasi dari Maserati MC20, masa depan Alfa Romeo terlihat optimis. Brand Italia ini diprediksi bisa memberikan persaingan lebih ketat dengan pesaingnya, terutama dengan strategi penjualan SUV yang semakin populer di pasar Eropa.





