Pentingnya Memiliki Pengelolaan Terbatas di TPU Kebon Nanas

by -108 Views

Pengelola Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebon Nanas di Jakarta Timur mengakui bahwa keterbatasan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu faktor penyebab lemahnya pengawasan di area rawan di pemakaman tersebut. Ketua Pengelola TPU Kebon Nanas, Muhaimin, menyatakan bahwa petugas yang terbatas harus membagi tugas untuk menjaga pelayanan, mengatur lalu lintas, dan mengurus pemakaman. Hal ini disebabkan permintaan makam yang tinggi dengan rata-rata 12 permintaan per hari. Kurangnya petugas juga menjadi celah bagi oknum tak bertanggung jawab untuk melakukan tindakan menyimpang, seperti mencuri aksesoris makam dan material pagar besi.

Penyebab masalah semakin diperparah dengan viralnya aksi mesum di media sosial yang terjadi di area TPU Kebon Nanas. Muhaimin menjelaskan bahwa area pinggir pemakaman tersebut berbatasan langsung dengan aliran kali di mana sekitar 200 rumah liar berdiri di sekitar bantaran kali. Untuk mengatasi situasi ini, pihak pengelola terus melakukan penertiban terhadap bangunan liar di kawasan tersebut sebagai upaya pencegahan terhadap aktivitas menyimpang.

Aksi mesum sepasang muda-mudi di TPU Kebon Nanas pada Minggu (27/7) menjadi viral di media sosial dan menimbulkan kekhawatiran warga sekitar. Lokasi kejadian berada di bagian area pemakaman yang sedang dikembangkan sebagai lahan baru, di mana wilayah ini rawan karena banyaknya bangunan liar dan akses masuk yang tidak terkendali. Pengawasan di area TPU Kebon Nanas juga belum optimal karena luasnya pemakaman mencapai sekitar 17 hektare. Upaya penertiban dan peningkatan pengawasan terus dilakukan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Source link