Pentingnya Kolaborasi Nasional-Lokal-Swasta dalam Program MBG

by -149 Views

Hasan Nasbi, Kepala Kantor Komunikasi Presiden (KPC), membagikan wawasan kunci dengan para pemimpin daerah untuk menyelaraskan pemahaman tentang program-program unggulan Presiden Prabowo Subianto dalam acara yang diadakan di Sei Rampah, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, pada Rabu (30 Juli).

Hasan didampingi oleh Muhamad Isra Ramli, Deputi I untuk Bahan Komunikasi dan Informasi di KPC; Tigor Pangaribuan, Deputi untuk Sistem dan Tata Pemerintahan di Badan Gizi Nasional (BGN); dan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution. Acara yang bertajuk “Bukti Nyata Program-program Presiden Prabowo Subianto” ini diselenggarakan oleh DPP Gempita (Gerakan Milenial Cinta Tanah Air).

Forum ini juga dihadiri oleh beberapa pemimpin daerah, termasuk: Darma Wijaya, Bupati Serdang Bedagai, Maya Hasmita, Bupati Labuhanbatu, Baharudin Siagian, Bupati Batu Bara, bersama dengan pejabat lokal lainnya dan perwakilan Forkopimda Sumatera Utara (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah).

Dalam sambutannya, Hasan menekankan pentingnya menyelaraskan perspektif di semua tingkatan pemerintahan untuk memastikan implementasi program-program prioritas nasional berjalan lancar dan terkoordinasi.

“Kita harus memastikan keselarasan—terutama antara pemerintah pusat dan daerah—agar kita dapat maju bersama. Pemahaman bersama adalah kunci,” katanya.

Hasan menjelaskan bahwa agenda kebijakan Presiden Prabowo bukan bersifat improvisasi tetapi berdasarkan perencanaan jangka panjang—banyak gagasan yang diuraikan dalam buku yang ditulis oleh Prabowo lebih dari sepuluh tahun yang lalu, yang kini menjadi dasar program-program pemerintah.

Salah satu inisiatif unggulan seperti Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang dijelaskan oleh Hasan sebagai produk dari visi jangka panjang yang dipikirkan dengan matang. Dia mencatat bahwa program serupa telah diterapkan di lebih dari 109 negara, dengan dampak yang dapat dilihat dalam 10 hingga 20 tahun ke depan. Hasan menyerukan kepada semua pihak untuk ikut berkontribusi dalam percepatan program ini.

“Pemerintah pusat menyediakan regulasi dan pendanaan. Pemerintah daerah membangun dapur. Sektor swasta juga dipersilakan untuk berpartisipasi,” tegasnya.

Forum ini juga menjadi platform bagi pemimpin daerah untuk menyampaikan umpan balik dan proposal langsung kepada perwakilan BGN mengenai program MBG. Hasan menekankan bahwa kolaborasi dan komunikasi langsung sangat penting untuk menghasilkan terobosan nyata di lapangan.

Hasan juga mengingatkan peserta yang hadir bahwa dapur SPPG (Unit Layanan Pemenuhan Gizi) harus dikelola dengan hati-hati. Setiap hidangan yang disajikan harus memenuhi setidaknya sepertiga kebutuhan kalori harian, dan tidak kalah pentingnya—rasanya harus enak.

“Jika makanannya tidak enak dan tidak dimakan, tujuan tidak tercapai. Itulah sebabnya saya katakan: jika makanannya tidak enak, beri umpan balik. Sia-sia jika berakhir di tempat sampah,” ujarnya.

Source link