Royal Enfield akhirnya memperlihatkan kepada kita Flying Flea C6 yang sedang dalam uji coba, bukan hanya dengan foto mata-mata atau bocoran semata. Perusahaan tersebut merilis sebuah video yang menampilkan motor ini tengah diuji di Leh, Ladakh, menghadapi tantangan tanjakan curam, turunan tajam, serta jalan berkelok-kelok di pegunungan. Inilah kali pertama kita melihat motor itu benar-benar dalam aksi, meskipun masih meninggalkan pertanyaan kapan motor tersebut akan benar-benar dirilis. Nama Flying Flea diambil dari sejarah RE, yang dulunya dalam Perang Dunia II membuat sepeda motor kecil yang bisa diterjun dengan parasut ke medan perang. Meskipun C6 bukan untuk keperluan perang, motor ini mengadaptasi konsep yang sama dengan kecil, ringan, dan praktis. Diperkirakan bahwa motor ini akan diluncurkan pada awal tahun 2026 dengan harga yang masih belum diketahui, tapi perkiraannya berada di kisaran 200.000 Rupee ($2.400).
Dalam video tersebut, test rider mengendarainya dalam mode Eco dan Sport, bahkan dengan seorang penumpang di belakang. Ternyata, motor ini tetap tangkas saat mendaki bukit, stabil saat menuruni tanjakan, dan tidak kurang tenaga. Hal yang sedikit membingungkan adalah balutan kamuflase yang terasa tidak perlu karena bentuk asli motor telah diketahui. Flying Flea diperkirakan memiliki performa setara dengan motor bensin 125 hingga 150cc, yang cukup masuk akal mengingat tujuan utamanya untuk tetap lincah tanpa baterai yang besar. Performa resmi dan tanggal peluncuran yang jelas masih belum diumumkan, namun Royal Enfield berencana merilis Flying Flea C6 pada awal tahun 2026 antara bulan Januari dan Maret.спасибо. Menunggu untuk melihat spesifikasi yang lebih nyata dan tanggal peluncuran pasti, semoga akhirnya dapat melenggang di pasar sebagaimana dijanjikan.RE memberi kita sedikit wawasan dengan merilis video uji coba Flying Flea C6 yang menjanjikan performa dan keunggulan dari motor listrik ringan ini.





