Di sekitar Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat, situasinya gelap gulita hingga malam hari karena bentrokan antara massa aksi dan aparat kepolisian terus terjadi. Massa terus melempari polisi dengan berbagai benda, dan aparat kepolisian merespons dengan tembakan gas air mata. Kondisi di sepanjang Jalan Kramat Kwitang minim penerangan, dengan sebagian besar lampu jalan padam. Asap gas air mata menyebar ke berbagai arah, membuat mata dan hidung perih. Selain aparat kepolisian, personel TNI juga berjaga di beberapa titik sepanjang jalan. Akses ke Mako Brimob ditutup untuk mencegah meluasnya bentrokan. Bentrokan tersebut dimulai saat massa menembus barisan aparat TNI yang berjaga di dekat Mako Brimob dan melempari mereka dengan botol, batu, petasan, dan kembang api. Meskipun sempat terpukul mundur, sebagian massa tetap bertahan dan melawan dengan menyalakan petasan. Unjuk rasa tersebut merupakan protes atas insiden mobil rantis Brimob yang menabrak pengemudi ojek daring hingga meninggal dunia. Aksi protes ini terjadi di Jakarta Pusat.
Bentrokan di Jalanan Mako Brimob Kwitang: Lanjut hingga Sabtu Malam




