Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, kembali tampil di Sidang Majelis Umum PBB ke-80 setelah hampir satu dekade absen. Saat berpidato, mikrofon yang digunakan Presiden tiba-tiba mati, mengganggu momen pentingnya. Kemlu RI menjelaskan bahwa mikrofon mati bukan karena masalah teknis, melainkan karena batas waktu pidato. Setiap negara hanya diberi waktu 5 menit untuk berbicara, dan jika melebihi waktu tersebut, mikrofon akan dimatikan.
Prabowo mendapat giliran berbicara di urutan kelima, dan sebelumnya Presiden Turki juga mengalami hal serupa. Meskipun mikrofon mati, pidato Presiden Prabowo tetap jelas terdengar oleh para delegasi yang hadir. Kejadian ini terjadi dalam KTT yang membahas isu Palestina yang dipimpin oleh Prancis dan Arab Saudi.
Meskipun terjadi insiden dengan mikrofon, pidato Prabowo berhasil menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung perdamaian dunia, khususnya terkait penyelesaian konflik Palestina melalui pendekatan solusi dua negara. Kehadiran Prabowo dalam forum internasional tersebut menjadi sorotan karena menandai kembalinya Indonesia aktif dalam forum PBB setelah sepuluh tahun vakum.





