Pada tahun 2025, produsen mobil terkemuka mulai melihat pergeseran dari mobil listrik ke mesin pembakaran internal. Hal ini terutama terjadi di segmen mobil mewah dan premium. Porsche, misalnya, mencoba pendekatan elektrifikasi yang lebih fleksibel dengan meluncurkan mobil hibrida sementara tetap menyediakan mobil listrik. Hal yang sama terjadi dengan merek seperti Mercedes-Benz dan BMW, yang memperlambat peluncuran mobil listrik mereka karena kurangnya permintaan dari pelanggan inti mereka.
Sementara itu, segmen mobil ultra-mewah juga mengalami tantangan serupa. Bentley, misalnya, berencana untuk tetap menggunakan mesin bakar hingga 2035 sebagai bagian dari strategi Beyond100. CEO Bentley, Frank-Steffen Walliser, menjelaskan bahwa pasar mobil mewah tidak cukup kuat untuk mendukung strategi listrik secara menyeluruh. Hal yang sama terjadi dengan merek-merek seperti Aston Martin dan Lotus, yang juga beralih ke mobil hibrida sebagai solusi tengah.
Di segmen supercar dan hypercar, masalah yang sama terjadi. Konsumen Bugatti, Rimac, dan Koenigsegg tidak terlalu antusias dengan mobil listrik. CEO Lamborghini juga menyatakan bahwa mesin pembakaran internal tetap menjadi pilihan utama bagi pelanggan mereka. Ferrari pun mengalami permasalahan yang sama, dengan sedikit permintaan untuk supercar listrik yang mereka tawarkan.
Alasan di balik keengganan konsumen ultra-mewah ini mungkin terkait dengan pengalaman berkendara yang tidak dapat disamai oleh mobil listrik. Suara dan sensasi dari mesin pembakaran internal masih menjadi daya tarik bagi konsumen. Di sisi lain, biaya pemeliharaan dan pengoperasian mobil listrik mungkin menjadi hambatan bagi konsumen ultra-mewah yang tidak terlalu memperhatikan aspek finansial.
Meskipun demikian, pergeseran menuju mobil listrik terus terjadi, meskipun dengan kecepatan yang lambat. Merek-merek terkemuka masih berkomitmen untuk mengembangkan supercar listrik, namun dengan pendekatan yang lebih berhati-hati sesuai dengan permintaan pasar. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun mimpi mobil listrik belum sepenuhnya mati, peralihan ke mobilitas ramah lingkungan masih memerlukan waktu dan penyesuaian.





