Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan pentingnya semangat sukarela, ikhlas, dan konsistensi dalam memperhatikan serta meningkatkan prestasi Gerakan Pramuka di Kota Bogor. Dalam kehadirannya di Pra Musyawarah Cabang (Pramuscab) XV Gerakan Pramuka Kota Bogor yang diadakan di Aula YPBH, Jalan Raya Pajajaran, Sabtu lalu, Dedie Rachim menggarisbawahi bahwa Pramuscab adalah wadah penting untuk mendukung pengelolaan baru Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka periode 2025–2030. Selain itu, Pramuscab juga menjadi ajang bagi pengelola periode 2020–2025 untuk mengklarifikasi laporan keuangan dan kegiatan kepada Kwartir Ranting.
Dedie Rachim menekankan bahwa persiapan kepengurusan Kwarcab 2025–2030 harus dimulai melalui Pramuscab. Sementara itu, pengelola periode 2020–2025 perlu memberikan pertanggungjawaban mengenai laporan keuangan, kegiatan, dan aktivitas untuk mendapatkan umpan balik dari Kwartir Ranting. Ia menyoroti bahwa Pramuscab juga menjadi wadah bagi Kwartir Ranting untuk menyampaikan ide, mengingat aktivitas Pramuka di tingkat cabang sangat bergantung pada keaktifan atau ketidakaktifan ranting.
Dedie Rachim mengungkapkan kebanggaannya terhadap prestasi yang telah diraih oleh Gerakan Pramuka Kota Bogor selama hampir 15 tahun terakhir, baik di tingkat Jawa Barat maupun nasional. Ia menyatakan harapannya agar pengurus baru ke depan dapat mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang telah diraih sebelumnya. Keberhasilan dalam Gerakan Pramuka, menurutnya, tidak terlepas dari keseriusan, kolaborasi, serta semangat ikhlas dan sukarela dari semua pengurus dan anggota.
Dedie Rachim menekankan bahwa keterlibatan dalam kegiatan Pramuka harus didasari oleh semangat sukarela dan ikhlas, bukan atas desakan. Semua hal ini dilakukan demi menciptakan generasi penerus yang unggul bagi Indonesia di masa depan. Pra Musyawarah Cabang (Pramuscab) XV ini juga secara bersamaan melantik Dewan Kerja Cabang (DKC) Gerakan Pramuka Kota Bogor periode 2025–2030.





