Pekerjaan terus berlanjut untuk memajukan kendaraan listrik meski terdapat berita yang meragukan. Produsen mobil dan perusahaan independen terus mencari cara untuk meningkatkan penyimpanan energi pada mobil hibrida dan listrik. Salah satu metode potensial yang sedang dikembangkan adalah penggunaan superkapasitor. Teknologi superkapasitor ini dapat menyimpan dan melepaskan energi listrik dengan cepat, lebih cepat daripada baterai konvensional. Allotrope Energy dari Inggris baru-baru ini mengembangkan superkapasitor baru dengan tingkat kepadatan energi yang lebih besar dari baterai saat ini.
Kelebihan superkapasitor ini adalah dapat menghasilkan daya yang lebih besar dan lebih cepat daripada baterai standar yang digunakan saat ini. Selain itu, superkapasitor ini juga dapat memulihkan energi dengan lebih efisien. Lignavolt, bahan karbon berpori nano yang diproduksi secara berkelanjutan dari lignin, digunakan dalam superkapasitor ini. Superkapasitor dengan Lignavolt dapat memanen energi hanya dalam waktu enam detik pengereman, dengan ukuran dan harga yang jauh lebih efisien dibandingkan baterai lithium-ion.
Keuntungan lain dari superkapasitor adalah ketahanan terhadap perubahan suhu, tidak mengalami degradasi seperti baterai, dan tidak memerlukan sistem pemanas dan pendingin yang rumit. Namun, kelemahan dari superkapasitor adalah tidak cocok untuk digunakan pada mobil listrik murni, namun lebih tepat untuk kendaraan dengan powertrain hibrida. Menurut Allotrope, superkapasitor Lignavolt seberat delapan pon dapat menggandakan output SUV keluarga berukuran sedang. Dengan teknologi ini, potensi kendaraan listrik dan hibrida untuk menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan semakin terbuka.





