Peristiwa kriminal terjadi di wilayah DKI Jakarta pada Selasa (11/11). Polisi mencatat bahwa empat dari tujuh bom yang disiapkan oleh terduga pelaku atau anak berhadapan dengan hukum (ABH) meledak di sekitar masjid SMAN 72. Selain itu, kejadian pencurian motor juga terjadi di Jakarta Barat.
Ledakan di SMAN 72 diyakini terjadi karena terduga pelaku terinspirasi oleh enam tokoh “kekerasan”. Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyebutkan bahwa pelaku terinspirasi oleh beberapa tokoh dan melakukan aksi di lingkungan masjid sekolah tersebut pada Jumat (7/11). Sementara itu, di Jakarta Barat, satu dari dua pencuri motor yang dihajar massa harus dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati karena luka berat.
Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa empat bom dari tujuh yang disiapkan oleh terduga pelaku ABH meledak di SMAN 72. Tiga bom lainnya berhasil diamankan dan diserahkan ke Markas Gegana Satbrimob Polda Metro Jaya. Di tempat lain, polisi sedang menyelidiki kasus upaya perampokan di Bekasi Timur yang terjadi pada Senin (10/11).
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya juga menyebutkan bahwa terduga pelaku peledakan di SMAN 72 memiliki dorongan tertentu. Mereka merasa kesepian dan kehilangan tempat untuk berbicara keluh kesahnya. Dorongan tersebut diduga menjadi pemicu dari tindakan kriminal yang dilakukan.
Setiap kejadian kriminal ini sedang dalam proses investigasi lebih lanjut oleh pihak berwenang. Hal ini menunjukkan perlunya kerja sama dalam mencegah aksi kriminal di masyarakat.





