Kendaraan listrik berbasis bahan bakar atau dikenal sebagai EREV tampaknya menjadi arah besar selanjutnya dalam industri otomotif. Dengan mengkombinasikan platform kendaraan listrik (EV) yang dilengkapi dengan pembaruan perangkat lunak dan mesin gas murni untuk mengisi ulang baterai EV, pelanggan dapat merasakan pengalaman yang lebih familiar dan mengatasi kekhawatiran tentang jarak tempuh. Hal ini membuat konsep EREV semakin diminati oleh produsen mobil yang tengah merancang SUV dan truk generasi berikutnya yang ditenagai listrik.
Salah satunya adalah Scout Terra dengan Harvester EREV dari Scout Motors. Diharapkan truk EREV ini memiliki jangkauan sekitar 500 mil, membuatnya lebih menarik daripada versi listrik murni bagi konsumen. Audi baru-baru ini telah memperlihatkan minatnya untuk menggunakan platform EREV tersebut untuk SUV baru yang ditujukan bagi konsumen Amerika. Dibangun di pabrik baru di South Carolina, SUV listrik dengan range extender ini dirancang khusus untuk pasar Amerika.
Keputusan Audi untuk mengembangkan SUV baru ini di AS bertujuan untuk meningkatkan penjualan di pasar Amerika yang sebelumnya menurun. Audi telah mengalami perlambatan penjualan sebagian karena kenaikan tarif impor, yang telah mempengaruhi proyeksi laba perusahaan. Namun, dengan bermitra dengan Scout dari keluarga Volkswagen Group, Audi dapat memproduksi kendaraan di AS tanpa perlu menghadapi tarif impor yang tinggi.
Toyota juga mengikuti tren elektrifikasi dengan strategi pembaruan perangkat lunak untuk memperpanjang masa pakai modelnya. Dengan fokus pada pembaruan perangkat lunak dan elektrifikasi, Toyota berupaya menjaga nilai produknya serta meningkatkan performa tanpa harus merombak secara total produk-produknya. Pergeseran ini menandai langkah strategis Toyota dalam menghadapi persaingan di pasar kendaraan listrik internasional yang semakin berkembang. Saat ini, perusahaan otomotif, termasuk Toyota, terus berinovasi untuk memenuhi tuntutan konsumen di era modern ini.





