Dugaan Pengalihan Isu Bencana Sumatera: Black Campaign dan Sawit

by -58 Views

Baru-baru ini, sejumlah wilayah di Sumatera dilanda banjir dan longsor, namun muncul dugaan bahwa ada pihak-pihak tertentu, termasuk korporasi besar, yang memanfaatkan bencana tersebut untuk mengalihkan perhatian publik dari kasus kejahatan lingkungan masa lalu. Isu ini semakin mencuat seiring dengan kembalinya narasi propaganda yang terkait dengan tokoh-tokoh seperti Ary Bakrie dan Marcella Santoso.

Muncul klaim bahwa para penggiat media dan buzzer nasional yang sebelumnya terlibat dalam kampanye “Indonesia Gelap,” sekarang beralih ke isu bencana di Sumatera. Tujuannya adalah agar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sibuk sehingga terhindar dari penyelidikan mendalam terhadap kejahatan lingkungan yang diduga terjadi selama sepuluh tahun terakhir.

Dugaan upaya pengalihan isu ini berkaitan dengan kasus Karhutla pada tahun 2015, di mana kebakaran hutan dan lahan dahsyat menelan 2,61 juta hektare lahan di 31 provinsi dan merenggut 24 nyawa. Kasus Karhutla ini sering dijadikan sebagai dorongan untuk mengingatkan tentang kerentanan Indonesia terhadap bencana lingkungan. BNPB pada saat itu menegaskan bahwa 99,9% Karhutla disebabkan oleh pembakaran yang disengaja untuk membersihkan lahan perkebunan sawit.

Korporasi besar seperti Grup Wilmar, Musim Mas, dan Permata Hijau diduga terlibat dalam praktik destruktif yang menghasilkan kabut asap tebal dan menderita masyarakat sekitar.

Source link