Polisi Tegas: Nol Toleransi terhadap Premanisme dan Kekerasan

by -35 Views

Polda Metro Jaya tidak akan mentolerir aksi premanisme dan kekerasan, terutama terhadap pedagang kecil. Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan hal ini dalam pernyataannya di Jakarta, mengatakan bahwa setiap bentuk intimidasi akan ditindak tegas sesuai hukum. Beliau merespons kasus pengeroyokan dan penganiayaan pedagang kukusan di Banjir Kanal Timur (BKT), Jakarta Timur, yang terjadi pada tanggal 25 Desember. Dua tersangka berhasil ditangkap di lokasi berbeda dan disita barang bukti sebilah pisau sangkur. Polri akan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat dengan cepat dan profesional.

Polres Metro Jakarta Timur juga telah mengungkap peran dua pelaku dalam kasus tersebut. SA dan SH diduga memiliki peran yang berbeda, dimana SA meminta uang dari pedagang sementara SH melakukan tindakan kekerasan yang menyebabkan korban luka. Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Alfian Nurrizal, menjelaskan bahwa kedua pelaku diamankan setelah kasus tersebut viral di media sosial. Dari hasil penyelidikan, SA sering meminta uang kepada pedagang dengan dalih sebagai “uang jasa” dan membawa senjata tajam saat melakukan penagihan. Alfian menegaskan bahwa Polisi akan memastikan kasus ini ditangani dengan serius dan tanpa toleransi terhadap kekerasan.

Source link