Geely, sebagai perusahaan induk Volvo, sedang mengakselerasi pengembangan sel baterai solid-state mereka. Meskipun paket baterai pertama sudah hampir selesai dan akan dipasang ke kendaraan uji tahun ini, itu tidak berarti mobil berbaterai solid-state akan segera tersedia untuk publik. Geely masih fokus pada kendaraan uji dan tidak menjual mobil di Amerika Serikat saat ini. Namun, sebagai perusahaan besar dengan merek seperti Lotus, Zeekr, dan Lynk & Co di bawah naungannya, kemungkinan baterai solid-state akan menjadi pilihan untuk EV di masa depan.
Teknologi baterai solid-state yang dikembangkan oleh Geely diklaim memiliki densitas energi sekitar 400 watt-jam per kilogram, jauh lebih tinggi dari baterai lithium-ion konvensional. Kelebihan lainnya termasuk pengisian yang lebih cepat dan tingkat keselamatan yang lebih baik. Banyak perusahaan otomotif lainnya, termasuk Mercedes-Benz, BMW, dan Stellantis, juga sedang menginvestasikan sumber daya dalam teknologi baterai solid-state.
Meskipun ada beberapa perusahaan yang mengklaim telah mengembangkan baterai solid-state, banyak dari mereka perkirakan akan membutuhkan waktu hingga 2027 sebelum produk komersial pertama siap untuk pasar massal. Hal ini disebabkan oleh kompleksitas proses manufaktur dan kehati-hatian yang dibutuhkan dalam menyusun sel baterai solid-state. Meskipun demikian, potensi teknologi ini untuk mengubah pasar mobil listrik sangat menjanjikan.





