Anak berhadapan dengan hukum (ABH) melakukan peledakan di SMAN 72 Jakarta pada Jumat (7/11/2025) karena merasa sakit hati, demikian disebutkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto. Menurut Budi, ABH sering merasa diucilkan oleh sejumlah teman, terutama karena perlakuan tidak menyenangkan yang sering ia terima sejak SMP, termasuk ejekan dan panggilan merendahkan. Situasi ini berlanjut saat ABH berada di SMA, membuatnya merasa tertekan dan marah karena serangan yang menyasar penampilan dan kondisi pribadinya. Dengan dasar tersebut, ABH memutuskan untuk melakukan aksi pemboman di sekolah.
Polda Metro Jaya telah melimpahkan berkas perkara kasus tersebut ke kejaksaan, sambil menunggu P-21 setelah petunjuk jaksa pada P-19 dipenuhi. Pihak kepolisian juga telah memeriksa ibu dari ABH melalui zoom meeting. Saat ini, ABH dalam keadaan baik dan masih berada di Rumah Aman. Kejadian ini juga menarik perhatian media, untuk informasi lebih lanjut dapat dilihat pada judul-judul berita terkait di atas.
Penulis: Ilham Kausar
Editor: Syaiful Hakim
Hak Cipta © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.



