Kasus dugaan pelecehan yang melibatkan oknum guru di sebuah SMA di Pasar Rebo, Jakarta Timur, memiliki dampak lebih luas dari yang diperkirakan. Kuasa hukum salah satu korban, Wanda Al-Fathi Akbar, menyebutkan bahwa jumlah korban diperkirakan lebih dari dua orang, meskipun selama ini banyak korban yang masih enggan untuk mengungkapkan pengalaman yang mereka alami. Sejak salah satu korban melapor, korban-korban lain mulai bermunculan, mengungkap bahwa kasus pelecehan tersebut telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama namun tidak terungkap ke publik. Kasus ini saat ini sedang diselidiki oleh Polres Metro Jakarta Timur, dan pihak sekolah juga diminta untuk tidak lepas tangan dalam mengawal proses hukum. Para siswa di sekolah tersebut menggelar demonstrasi sebagai bentuk solidaritas terhadap korban pelecehan yang dilakukan oleh oknum guru, dan menuntut keadilan serta transparansi dalam penanganan kasus tersebut. Meskipun bukti yang dimiliki saat ini baru sebatas pelecehan verbal melalui pesan singkat, dugaan pelecehan fisik juga telah diketahui. Korban mengalami dampak psikologis yang berat, seperti trauma dan tekanan mental, sehingga pendampingan psikologis diperlukan untuk membantu pulih dari trauma tersebut. Harapan utama adalah agar proses hukum dapat berjalan transparan dan memberikan keadilan bagi seluruh korban. Selain itu, perlu adanya dukungan psikologis bagi para siswi yang terdampak agar proses pemulihan mereka dapat berjalan dengan baik.
Siswi di Pasar Rebo Duga Jadi Korban Pelecehan Guru



