KAI Commuter menggunakan sistem CCTV Analytic untuk menindaklanjuti insiden pelecehan seksual di dalam Commuter Line yang dilaporkan oleh korban pada Minggu. Setelah menerima laporan, pihak KAI Commuter melakukan penelusuran melalui sistem CCTV Analytic untuk mencocokkan ciri-ciri terduga pelaku yang disampaikan korban. Setelah konfirmasi yang tepat, pelaku dimasukkan ke dalam daftar cekal (blacklist) untuk tindakan lebih lanjut.
Sistem keamanan memberikan notifikasi ketika pelaku kembali ke area stasiun dan naik Commuter Line pada Jumat. Petugas segera melakukan koordinasi di lapangan untuk menangkap pelaku dan membawanya ke Stasiun Bojonggede untuk pemeriksaan awal. Setelah pemeriksaan, petugas KAI Commuter mendampingi korban untuk melaporkan dan menyerahkan pelaku ke Polres Depok.
KAI Commuter berkomitmen untuk memberikan pelayanan prima dan rasa aman kepada seluruh penggunanya serta mendukung korban pelecehan seksual. Mereka juga memberikan pendampingan hukum dan psikologis kepada korban. KAI Commuter menyampaikan keprihatinan dan permohonan maaf kepada korban atas ketidaknyamanan yang dialami.
Pengguna Commuter Line diimbau untuk peduli dengan situasi sekitar, berani bertindak, dan melaporkan pelecehan seksual kepada petugas. Informasi lebih lanjut dapat disampaikan melalui call center 021-121 atau media sosial resmi KAI Commuter. Video insiden pelecehan seksual tersebut telah beredar di media sosial TikTok dan korban telah menjelaskan kronologinya.
KAI Commuter menegaskan larangan pengambilan konten tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.



