Pada tanggal 9 April, Kepolisian Sektor Cakung mengungkapkan motif di balik pembacokan yang dilakukan oleh seorang pria berinisial MH terhadap seorang korban berinisial BW. Menurut Kapolsek Cakung, AKP Andre Tri Putra, motif dari aksi kekerasan tersebut adalah karena pelaku merasa sakit hati terhadap korban. Kejadian bermula ketika warga melaporkan adanya penganiayaan menggunakan senjata tajam di Kampung Pedaengan, Jakarta Timur. Petugas segera merespons laporan tersebut dan melakukan pengecekan di lokasi kejadian.
Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa peristiwa dimulai ketika korban berada di rumahnya bersama beberapa saksi, termasuk pelaku. Ketegangan muncul ketika salah satu saksi mengaku diintip oleh pelaku saat mandi. Karena ketersinggungan yang dirasakan, pelaku marah dan berujung pada adu mulut dengan korban. Dalam keadaan emosi, pelaku mengambil golok dan membacok korban, menyebabkan luka serius. Korban berhasil melarikan diri ke RS Persahabatan untuk mendapatkan perawatan medis.
Setelah menginterogasi pelaku, polisi mengkonfirmasi bahwa perbuatannya didorong oleh rasa sakit hati terhadap korban. Berkat informasi dari saksi dan rekaman CCTV, pelaku berhasil ditangkap dalam waktu singkat. Saat ini, pelaku telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut, dan kasusnya telah ditindaklanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk menyelesaikan konflik tanpa kekerasan dan segera melapor jika terjadi tindak kriminal. Situasi di lokasi kejadian dinyatakan aman, dan pihak berwenang terus melakukan langkah-langkah hukum untuk menangani kasus ini. Semua langkah yang diambil bertujuan untuk mencegah kekerasan dan memastikan keamanan masyarakat sekitar.





