Penyelundupan Merkuri ke Filipina dari Gunung Botak, Maluku: Fakta Terbaru

by -54 Views

Jaksa Pola Penyelundupan Merkuri dari Tambang Emas Ilegal di Maluku

Pada hari Rabu, Polda Metro Jaya mengungkap kasus penyelundupan merkuri yang diduga berasal dari tambang emas ilegal di Gunung Botak, Pulau Buru, Maluku. Menurut Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Anton Hermawan, Gunung Botak dikenal sebagai lokasi tambang emas ilegal yang terkenal.

Penyelundupan Merkuri untuk Pemurnian Emas dan Kosmetik Ilegal

Anton Hermawan menjelaskan bahwa merkuri banyak digunakan dalam proses pemurnian emas, tetapi juga digunakan dalam produk kosmetik ilegal. Dalam kasus ini, polisi telah menangkap dua tersangka, seorang eksportir dengan inisial MAL dan seorang pemasok merkuri dengan inisial H.

Kombes Victor Deanmackbon dari Dirreskrimsus Polda Metro Jaya menyebut bahwa nilai kerugian negara akibat praktik ilegal ini mencapai puluhan miliar rupiah. Pengiriman merkuri dilakukan dengan cara menyembunyikan botol-botol merkuri di dalam gulungan karpet yang dimasukkan ke kontainer yang ditujukan ke Manila, Filipina.

Nilai Transaksi Pengiriman Merkuri

Nilai setiap transaksi pengiriman merkuri bervariasi dan diduga telah berlangsung selama bertahun-tahun. Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya, Kombes Victor Deanmackbon, menyatakan bahwa setiap pengiriman memiliki nilai antara dua hingga empat, tergantung pada jenis usaha. Kerugian negara akibat praktik ilegal ini mencapai sekitar Rp30 miliar.

Polisi terus mengembangkan kasus ini untuk menindak tegas pelanggaran pidana terkait penjualan merkuri dari tambang emas ilegal di Maluku. Praktik ilegal seperti ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga berpotensi merusak lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Source link