Menjaga Kesehatan Gigi: Kebiasaan Sikat Gigi Sebelum Tidur di Indonesia

by -73 Views

Kebiasaan Menyikat Gigi Sebelum Tidur Masih Rendah di Indonesia

Kebiasaan menyikat gigi sebelum tidur masih belum menjadi rutinitas bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Padahal, kebiasaan sederhana tersebut berperan penting dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut serta mencegah biaya perawatan yang lebih besar di kemudian hari.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 menunjukkan hanya 27,8 persen masyarakat Indonesia yang menyikat gigi sebelum tidur. Artinya, lebih dari 70 persen masyarakat berpotensi mengabaikan salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan rongga mulut.

Menurut Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), menyikat gigi pada malam hari memiliki peran penting karena produksi air liur menurun saat tidur. Kondisi tersebut membuat bakteri lebih mudah berkembang biak di dalam rongga mulut. Sisa makanan dan minuman yang tertinggal pada gigi dapat memicu pembentukan plak, pengikisan enamel, hingga menyebabkan gigi berlubang apabila tidak dibersihkan sebelum tidur.

Risiko dan Biaya Perawatan

Risiko tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga berpotensi meningkatkan pengeluaran masyarakat untuk perawatan gigi. Laporan Global Oral Health Status Report 2022 dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat biaya perawatan kesehatan gigi menempati peringkat ketiga terbesar di dunia setelah diabetes dan penyakit kardiovaskular, dengan nilai mencapai 100,87 miliar dollar AS.

Penyuluhan dan Produk Terbaru

Karena itu, berbagai upaya pencegahan terus didorong, termasuk melalui penggunaan produk perawatan gigi yang mengandung bahan antiseptik untuk membantu mengurangi pertumbuhan bakteri di rongga mulut selama tidur.

Melihat kondisi tersebut, usmile Indonesia meluncurkan pasta gigi terbaru Strength White yang menggabungkan kandungan Domiphen Bromide sebagai agen antiseptik dan sodium carbonate untuk membantu menjaga keseimbangan pH rongga mulut selama malam hari.

Produk tersebut juga dilengkapi teknologi 3in1 Pro White yang memadukan Baking Soda dan Calcium Carbonate untuk membantu mengangkat noda pada gigi akibat konsumsi kopi, teh, maupun rokok. Sementara kandungan Tetrasodium Pyrophosphate diklaim dapat membantu mencegah noda kembali menempel pada permukaan gigi.

Usmile dan Upaya Pencegahan

Country Manager usmile Indonesia dan Malaysia Michelle mengatakan peluncuran produk tersebut sejalan dengan prinsip “prevention over treatment” atau pencegahan lebih baik daripada pengobatan.

Di tengah kondisi ekonomi yang ditandai pelemahan nilai tukar rupiah hingga menembus Rp18.200 per dollar AS dan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di bawah level 5.400, usmile juga membuka peluang kemitraan melalui program affiliate marketing.

Kemitraan dan Ekonomi Digital

Langkah tersebut dinilai sejalan dengan perkembangan ekonomi digital. Data Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) mencatat jumlah kreator afiliasi aktif di Indonesia telah melampaui 3 juta orang. Menurut perusahaan, integrasi antara inovasi kesehatan preventif dan pemberdayaan ekonomi digital menjadi bagian dari strategi untuk menjangkau konsumen sekaligus memperkuat ekosistem bisnis di tengah tantangan ekonomi saat ini.

Michelle juga menyinggung fenomena “lipstick effect” di tengah tekanan ekonomi. Menurut dia, konsumen cenderung menunda pengeluaran besar, tetapi tetap bersedia berinvestasi pada produk perawatan diri yang dianggap dapat meningkatkan kualitas hidup.

Di tengah tantangan ekonomi, perusahaan menilai inovasi produk dan pemberdayaan ekonomi digital perlu berjalan beriringan. Karena itu, selain menghadirkan produk perawatan gigi, usmile juga mengembangkan ekosistem afiliasi yang diharapkan dapat membuka peluang tambahan pendapatan bagi masyarakat.

Source link