Polisi Dalami Kasus Bocah Tewas Terjatuh di Lubang Proyek Tebet
Polisi tengah memperdalam penyelidikan terkait dugaan kelalaian di balik kematian seorang bocah berusia 4 tahun yang terjebak selama empat jam di dalam lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi di daerah Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan. Kapolsek Tebet, AKP Ischak, menyatakan bahwa pihak kepolisian masih dalam proses penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi, mengumpulkan keterangan dan barang bukti, serta mencari tahu apakah ada kelalaian yang terjadi.
Proses Evakuasi
Peristiwa tragis ini terjadi setelah korban jatuh ke dalam lubang proyek dengan kedalaman sekitar 3,5-4 meter saat sedang bermain bersama teman-temannya di sekitar lokasi proyek. Tim evakuasi berusaha keras untuk menyelamatkan korban dengan upaya manual terlebih dahulu. Namun, karena kondisi lubang yang sempit, evakuasi manual tidak memungkinkan. Oleh karena itu, tim melakukan koordinasi dengan Damkar, Puskesmas, RSUD Tebet, serta meminjam alat berat untuk membantu evakuasi.
Sayangnya, meskipun korban berhasil dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk penanganan medis, nyawa bocah tersebut tidak berhasil diselamatkan dan meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit. Keluarga korban pun menolak permintaan untuk melakukan autopsi terhadap jenazah korban.
Penyelidikan Lebih Lanjut
Belum ada informasi resmi terkait penyebab pasti kematian korban, karena hal tersebut merupakan kewenangan tim medis. Kepolisian akan terus mendalami kasus ini sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku untuk memastikan tidak adanya unsur kelalaian atau kealpaan dalam peristiwa tragis ini.
Sebelumnya, bocah tersebut berhasil dievakuasi dari lubang proyek dengan kondisi hidup, namun nyawanya tidak bisa tertolong. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan di sekitar lokasi proyek konstruksi, terutama ketika ada anak-anak yang bermain di sekitar area tersebut.





