11 Tanda Gula Darah Tinggi yang Sering Diabaikan

by -78 Views

Gejala Gula Darah Tinggi yang Perlu Diwaspadai

Gula darah tinggi atau hiperglikemia sering kali berkembang secara perlahan sehingga banyak orang tidak menyadari gejalanya. Padahal, kondisi ini bisa menjadi tanda awal diabetes dan berisiko menimbulkan komplikasi serius bila tidak segera ditangani.

Kelebihan kadar gula dalam darah membuat tubuh kesulitan menggunakan glukosa sebagai sumber energi. Akibatnya, berbagai organ mulai terpengaruh dan memunculkan beragam gejala, mulai dari rasa haus yang terus-menerus hingga gangguan pada saraf.

1. Rasa Haus Berlebihan

Rasa haus yang terus muncul meski sudah banyak minum merupakan salah satu tanda paling umum gula darah tinggi. Kondisi ini terjadi karena ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan glukosa melalui urine, sehingga tubuh kehilangan banyak cairan dan memicu dehidrasi.

2. Sering Buang Air Kecil

Peningkatan frekuensi buang air kecil, terutama pada malam hari, juga bisa menjadi tanda hiperglikemia. Ginjal menarik lebih banyak air dari jaringan tubuh untuk membantu mengeluarkan gula berlebih melalui urine.

11. Mati Rasa atau Kesemutan

Kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang dapat merusak saraf tepi (neuropati perifer). Akibatnya, penderita dapat mengalami mati rasa, kesemutan, nyeri, atau sensasi terbakar pada tangan, kaki, maupun tungkai.

Bahaya Komplikasi Gula Darah Tinggi

Hiperglikemia kronis atau gula darah tinggi yang berlangsung dalam waktu lama dapat menyebabkan berbagai komplikasi akibat kerusakan pembuluh darah kecil (mikrovaskular) maupun pembuluh darah besar (makrovaskular). Berikut beberapa komplikasi yang dapat terjadi:

1. Kerusakan Mata (Retinopati)

Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah pada retina mata. Kondisi yang dikenal sebagai retinopati diabetik ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan apabila tidak ditangani.

7. Komplikasi Kehamilan

Diabetes yang tidak terkontrol selama kehamilan dapat meningkatkan risiko keguguran pada awal kehamilan, preeklamsia, serta kadar gula darah rendah pada bayi baru lahir. American Diabetes Association (ADA) menyarankan penyandang diabetes yang berencana hamil untuk menjaga kadar HbA1c di bawah 6,5 persen sebelum kehamilan.

Source link