Polda Metro Jaya Periksa Manajemen Sound Project Terkait Dugaan Penistaan Agama di Ancol
Polda Metro Jaya telah melakukan pemeriksaan terhadap pihak manajemen penyelenggara festival musik Sound Project terkait dugaan kasus tindak pidana terhadap agama dan kepercayaan yang terjadi di Ecopark Ancol, Jakarta Utara. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Iman Imanuddin, mengungkapkan bahwa pemeriksaan dilakukan untuk menyelidiki kronologi peristiwa dan keterlibatan penyelenggara terhadap aksi tantangan melafalkan Surah Ad-Duha berhadiah minuman beralkohol.
Berdasarkan keterangan awal pihak manajemen dan hasil penyelidikan sementara, aksi tersebut tidak termasuk dalam susunan acara resmi yang direncanakan oleh penyelenggara. Meskipun indikasi awal menunjukkan aksi tersebut berasal dari pengunjung secara spontan, penyidik tetap akan menelusuri informasi dari manajemen, dokumen acara, dan aktivitas di lokasi festival untuk mencari unsur kelalaian.
Upaya Penyelidikan dan Koordinasi dengan Pihak Terkait
Iman menegaskan bahwa pihak kepolisian akan melakukan penegakan hukum dengan tegas apabila ditemukan unsur tindak pidana berdasarkan hasil penyelidikan. Perbuatan tersebut berpotensi disangkakan sesuai dengan Pasal 300 KUHP, tergantung pada pendalaman terhadap saksi dan bukti yang ada.
Sebagai langkah koordinasi, penyidik telah berkomunikasi dengan pengelola Ecopark Ancol dan Polsek Pademangan untuk mencocokkan informasi dari pihak penyelenggara dengan fakta yang terjadi pada hari acara berlangsung. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, juga mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dan mempercayakan proses penanganan kasus kepada kepolisian.
Budi menekankan agar masyarakat tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi di media sosial dan memberikan kepercayaan kepada penyidik untuk menangani perkara ini secara adil dan transparan.
Demikianlah perkembangan terbaru terkait kasus dugaan penistaan agama yang terjadi di festival musik Sound Project di Ancol. Penyelidikan terus dilakukan oleh pihak berwajib untuk mengungkap kebenaran di balik peristiwa kontroversial ini.





